Komunitas penggerak relawan bagi pasien kanker dan penyakit berisiko tinggi pada anak.
Bersama kita bisa saling meringankan beban dan berbagi keceriaan.

Kegiatan Terkini

Comments Box SVG iconsUsed for the like, share, comment, and reaction icons

Jumat, 16 Oktober, 2026

Komunitas Taufan

Rayakan Oktober bersama Fano yang suka mobil2an.
Semakin semangat yaaa.
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Jumat, 16 Oktober, 2026

Komunitas Taufan

Ketika mengkontak Mama Alesha menanyakan kira2 yang ulangtahun mau hadiah apa. Jawabannya, "Rambut, kak. Alesha mau punya rambut"

Semoga menjadi tambahan kebahagiaan dan jalan kesembuhan buat Alesha ya.

Happy birthday!
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Senin, 12 Oktober, 2026

Komunitas Taufan

Rayakan hari jadi di bulan Oktober bersama Nazril dengan Leukemia yang genap berusia 14 tahun .

Kamu telah melewati begitu banyak hal ganteng dan masih begitu banyak keindahan yang menantimu di depan. Teruslah melangkah dan semangat!
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Load more

Kisah Kami

“Selain secara pribadi memberikan dukungan moral, Komunitas Taufan juga membantu keluarga pasien memenuhi berbagai pengeluaran tambahan yang diperlukan ketika merawat anak di rumah sakit, seperti ongkos transportasi, susu, popok dan lainnya. Itu yang tidak dijamin oleh BPJS, dan dari pengalaman pribadi saya, kebutuhan seperti itu harus dipenuhi dan seringkali paling dibutuhkan.”

Sumber: Komunitas Taufan: A Pillar of Support to Sick Children (Jakarta Globe, Januari 2014)

“Istilahnya, pasien butuh hiburan, orang tua pasien butuh pundak untuk bersandar… Kalau anaknya sudah bertahun-tahun (menjalani pengobatan kanker di RSCM), kami memanggilnya profesor. Kalau baru beberapa bulan, kami memanggilnya pak atau bu lurah… Kami kadang bercanda dan tertawa di siang hari. Tapi, di malam hari, yang terdengar adalah suara isak tangis (para orang tua).”

Sumber: Tak Ingin Nasib Anak-Anak Itu seperti Buah Hatinya (Jawa Pos, Oktober 2014)

“Pasien baru biasanya dapat support banyak dari keluarga dan teman-teman pada awal-awal. Namun satu-dua bulan kemudian, dukungan mulai mengendur. Itu juga yang saya alami… Orang tua yang harus kuat agar anak yang sakit juga bisa kuat.”

Sumber: Solidaritas untuk Meringankan Beban (Kompas, Maret 2015)

Kata Mereka