Komunitas penggerak relawan bagi pasien kanker dan penyakit berisiko tinggi pada anak.
Bersama kita bisa saling meringankan beban dan berbagi keceriaan.

Kegiatan Terkini

Comments Box SVG iconsUsed for the like, share, comment, and reaction icons

Sabtu, 03 Oktober, 2026

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Perhatian yang kita berikan kepada oranglain bukan tentang besar atau kecilnya, melainkan betapa kehadiran yang ada bisa menjadi satu pemantik rasa semangat yang ada.

Terima kasih Ibu Intan dan teman-teman atas perhatiannya yang selalu ada bagi para pasien. Donasi yang ada di bulan September ini diberikan kepada:

1. Rp. 250.000,- untuk Syafika, pasien Leukemia dari Jakarta
2. Rp. 250.000,- untuk Arabella, pasien Leukemia dari Jakarta
3. Rp. 300.000,- untuk Syafika, pasien Leukemia dari Jakarta
4. Rp. 500.000,- untuk Mega, pasien Osteosarcoma dari Bekasi
5. Rp. 500.000,- untuk Isti, pasien Leukemia dari Bekasi
6. 5 pak diapers, 2 tisu basah dan 1 tisu kering untuk Adeeva, pasien Leukema dari Bogor
7. 1 susu khusus dan 2 pak diapers untuk Azam, pasien Ewingsarcoma dari Jakarta
8. 6 pak diapers untuk Albab, pasien Kelainan pembuluh darah dari Banten
9. 1 supply makanan cair, 1 minyak telon dan 1 tisu untuk El Lucku, pasien Leukemia dari Jakarta
10. 3 pak diapers dan 2 tisu bsah untuk Siti, pasien Leukemia dari Banten
11. 3 pak diapers untuk Hafizh, pasien Leukemia dari Serang
12. 1 tabung oksigen untuk Hana, pasien Bronkitis akut dari Bogor
13. 2 pak diapers dan 1 underpad untuk Adhitama, pasien Anemia Aplastik dari Bekasi

Semoga semangat kan terus ada bagi pejuang cilik dan mereka yang mendampingi. Sehat dan sukses selalu untuk semua!

----------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
----------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Sabtu, 03 Oktober, 2026

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

19 September kemarin kami bersama kak Laras dan kak Dina mengunjungi Mega, salah satu pasien dengan Osteosarcoma di bilangan Bekasi. Kunjungan hari itu seru sekali karena kami bisa mengobrol banyak dengan mama dan mega. Berbincang mengenai sekolah, hobi tarinya Mega dan banyak hal lainnya.

Di sela keseruan mengobrol, ternyata Mega akan berulangtahun yang ke 16 besoknya! Atau tepatnya di tanggal 20 September. Kami pun dengan heboh membuat video bersama dengan Mega dalam rangka ulangtahunnya.

Alhamdulillah, kami senang sekali bertemu dengan Mega hari itu. Mega terlihat sangat ceria dan kami pun bisa merasakan bagaimana semangatnya untuk terus berjuang. Kami juga bisa merasakan bagaimana aura positif terpancar dari Mega dan juga orangtua.

Tak lupa kami berfoto-foto bersama dan juga menyampaikan amanah supply makanan cair dan uang transportasi untuk Mega. Semoga kita bisa bertemu di lain kesempatan ya, Mega. Semangat terus!

Lalu selanjutnya, donasi lainnya yang ada kami sampaikan kepada:

1. Rp. 400.000,- untuk Cia, pasien Leukemia dari Bekasi
2. 1 kursi roda traveliing untuk Aenun, pasien tumor ganas dari Banten
3. 1 kursi roda 3in1 untuk Rian, pasien Cronic Osteomyelitis of right shaft tibia cierny mader type IV
4. 3 pak diapers dan 1 underpad untuk Asfaq, pasien Hepatoblastoma dari Jambi
5. 3 pak diapers dan tisu untuk Kaesang, pasien Leukemia dari Kerawang
6. 12 supply makanan cair untuk para pasien

Terima kasih Mr. Peter Gyllenhammar atas perhatiannya yang sangat berarti. Puji syukur donasi yang ada telah membantu banyak pasien. Semoga selalu diberikan sehat dan sukses selalu!

----------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
----------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Sabtu, 03 Oktober, 2026

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Mengawali bulan September, kaka relawan bersama Papi bule Richard datang berkunjung ke salah satu rumah sakit untuk bertemu dengan adik-adik hebat yang sedang menjalani perawatan.

Papi Richard, kak Fenty dan Mama Ina datang menyapa dan mengajak bermain para pasien. Seru sekali bisa ada kesempatan untuk mengenal dan memberi semangat kepada mereka semua. Tak lupa juga berbincang dengan para orangtua pasien tentang perkembangan buah hati mereka. Kunjungan sebentar yang semoga bisa menjadi yang berarti.

Donasi yang ada @Rp. 300.000,- diberikan kepada:

1. Ezhar, pasien Yolk Sac Tumor dari Bogor
2. Nadia, pasien Talasemia dari Jakarta
3. Tiara, pasien Leukemia dari Jakarta
4. Noval, pasien Leukemia dari Tangerang
5. Alesha, pasien Hepatoblastoma dari Tangerang
6. Siri, pasien Leukemia dari Jakarta
7. Kevin, pasien Osteosarcoma dari Jakarta
8. Ibrahim, pasien Kanker kelenjar dari Bogor
9. Zefanya, pasien Leukemia dari Jakarta
10. Citra, pasien Leukemia dari Jakarta
11. Azriel, pasien Neuroblastoma dari Jakarta
12. untuk Syafika, pasien Leukemia dari Banten
13. untuk Salman, pasien Sionasal Sarcoma dari Tangerang
14. Arya, pasien Rhabdomyosarcoma dari Jakarta
15. Sandhy, ppasien Limfoma Hodgkin dari Jakarta

Terima kasih Mama Ina dan kak Fenty untuk waktunya mengunjungi adik-adik hari itu. Terima kasih Papi Fredrik dan Papi Bule atas donasinya bagi para pejuang cilik. Donasi yang ada sungguh bermanfaat. Semangat dan sehat selalu buat kita semua!

----------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
----------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Load more

Kisah Kami

“Selain secara pribadi memberikan dukungan moral, Komunitas Taufan juga membantu keluarga pasien memenuhi berbagai pengeluaran tambahan yang diperlukan ketika merawat anak di rumah sakit, seperti ongkos transportasi, susu, popok dan lainnya. Itu yang tidak dijamin oleh BPJS, dan dari pengalaman pribadi saya, kebutuhan seperti itu harus dipenuhi dan seringkali paling dibutuhkan.”

Sumber: Komunitas Taufan: A Pillar of Support to Sick Children (Jakarta Globe, Januari 2014)

“Istilahnya, pasien butuh hiburan, orang tua pasien butuh pundak untuk bersandar… Kalau anaknya sudah bertahun-tahun (menjalani pengobatan kanker di RSCM), kami memanggilnya profesor. Kalau baru beberapa bulan, kami memanggilnya pak atau bu lurah… Kami kadang bercanda dan tertawa di siang hari. Tapi, di malam hari, yang terdengar adalah suara isak tangis (para orang tua).”

Sumber: Tak Ingin Nasib Anak-Anak Itu seperti Buah Hatinya (Jawa Pos, Oktober 2014)

“Pasien baru biasanya dapat support banyak dari keluarga dan teman-teman pada awal-awal. Namun satu-dua bulan kemudian, dukungan mulai mengendur. Itu juga yang saya alami… Orang tua yang harus kuat agar anak yang sakit juga bisa kuat.”

Sumber: Solidaritas untuk Meringankan Beban (Kompas, Maret 2015)

Kata Mereka