A community of volunteers for children with cancer and high-risk illnesses.
Together we can lighten each other’s burden and share some joy.

Latest Activities

English translation available upon clicking “Selengkapnya (see more)”.

Thursday, 21 September, 2017

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Pada Selasa 19 September kegiatan #SupportVisit diwarnai duka, sesampainya di rumah sakit kami menerima berita bahwa salah satu pasien dampingan bernama Siti Hanifah terdiagnosa Limfoma telah berpulang.

Senyuman manis pejuang cilik itu, kebersamaan yang terjalin selama pendampingan dalam kurun waktu lebih dari 1 tahun cukup membekas, sejak pertama kali Siti melakukan pengobatan di RS Cipto Mangunkusumo hingga akhirnya ananda berpulang.

Selamat jalan penghuni Surga semoga engkau tenang disisi Allah. Santunan duka cita dari donatur kampanye online #UltahAbelUntukSiti sebesar Rp. 7.900.000,- diberikan untuk biaya kepulangan jenazah ke kampung halamannya di Cilegon.

Relawan berbagi tugas, sebagian dari kami menemani Papi bule Richard mengunjungi pasien yang tengah menjalani rawat jalan untuk menghibur, memberikan semangat dan santunan kepada :

1. Rp. 250.000,- untuk Andara Syakira terdiagnosa Retinoblastoma dari Jakarta
2. Rp. 250.000,- untuk Jafar terdiagnosa Neuroblastoma dari Bogor
3. Rp. 250.000,- untuk Fiqi terdiagnosa Retinoblastoma dari Belitung
4. Rp. 250.000,- untukAyu terdiagnosa Anemia aplastik dari Bengkulu

Tidak lupa, hari itu kami membagikan diapers kepada pasien yang tengah menjalani rawat inap maupun rawat jalan sebagai bagian dari #Gerakan1000Diapers.

Terima kasih relawan, Pak Richard, dan semua donatur yang memenuhi kebutuhan dasar para pasien dampingan Komunitas Taufan. Sukses selalu!

----------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
----------------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Sahabat Taufan, 

Pada Selasa 19 September kegiatan #SupportVisit diwarnai duka,  sesampainya di  rumah sakit kami menerima berita bahwa salah satu pasien dampingan bernama Siti Hanifah terdiagnosa Limfoma telah berpulang. 

Senyuman manis  pejuang cilik itu, kebersamaan yang terjalin selama pendampingan dalam kurun waktu lebih dari 1 tahun cukup membekas,  sejak pertama kali Siti melakukan pengobatan di RS Cipto Mangunkusumo hingga akhirnya ananda berpulang.

Selamat jalan penghuni Surga semoga engkau tenang disisi Allah. Santunan duka cita dari donatur kampanye online  #UltahAbelUntukSiti sebesar Rp. 7.900.000,- diberikan untuk biaya kepulangan jenazah ke kampung halamannya di Cilegon.

Relawan berbagi tugas, sebagian dari kami menemani Papi bule Richard mengunjungi pasien yang tengah menjalani rawat jalan untuk menghibur, memberikan semangat dan santunan kepada :

1. Rp. 250.000,- untuk Andara Syakira terdiagnosa Retinoblastoma dari Jakarta
2.  Rp. 250.000,- untuk Jafar terdiagnosa Neuroblastoma dari Bogor
3.  Rp. 250.000,- untuk Fiqi terdiagnosa Retinoblastoma dari Belitung
4. Rp. 250.000,- untukAyu terdiagnosa Anemia aplastik dari Bengkulu

Tidak lupa, hari itu kami membagikan diapers kepada pasien yang tengah menjalani rawat inap maupun rawat jalan sebagai bagian dari #Gerakan1000Diapers. 

Terima kasih relawan, Pak Richard, dan semua donatur yang memenuhi kebutuhan dasar para pasien dampingan Komunitas Taufan. Sukses selalu! 

----------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
----------------------------------------------------------------

Thursday, 21 September, 2017

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Kegiatan #SupportVisit pada Minggu 17 September, yaitu mengunjungi pasien dampingan yang sedang rawat inap di rumah sakit.

Siang itu di bangsal rumah sakit terasa lebih sepi dari biasanya, beberapa tempat tidur terlihat rapi karena ditinggal oleh penghuninya dan akan berganti dengan penghuni baru keesokan harinya.
Terlihat juga dokter dan perawat fokus di beberapa kamar pasien, untuk memastikan kondisi pasien ditangani dengan tepat.

Sebagian orangtua memilih keluar untuk sekadar membeli air minum dan makanan, sebagian memilih ngobrol dengan orangtua pasien lainnya di selasar bangsal untuk berbagi cerita mulai dari anak - anak yang lainnya harus ditinggal di rumah, pekerjaan yang terpaksa ditinggalkan atau berhenti paksa karena tak ada pilihan sementara sang buah hati tak kunjung diperbolehkan pulang karena kondisinya belum stabil, seorang ayah yang berasal dari daerah timur Indonesia berfikir keras bagaimana caranya memenuhi kebutuhan anggota keluarganya untuk bertahan hidup di Jakarta.

Pada saat memasuki kamar rawat terlihat seorang pejuang cantik yang tengah asyik menonton film kartun melalui telepon genggam orangtuanya. Matanya sesekali melirik sedangkan tangan mungilnya tak henti menggaruk anggota tubuhnya yang terasa gatal. Tubuhnya tak lagi bebas bergerak karena kanker telah memenuhi bagian perutnya hingga membengkak. Dengan cara seperti itu, gadis cantik ini menghabiskan sebagian waktunya sampai tertidur.

Beberapa orangtua lain, mengisi waktunya dengan membacakan buku cerita, mengangkat sebuah kisah untuk memenuhi benak buah hati tercinta untuk menjelajah jauh dari kesibukan rumah sakit dan pengobatan.

Pada hari itu juga menyampaikan amanah kepada orangtua pasien yang diberikan secara bertahap untuk sedikit meringankan beban keluarganya. Donasi disalurkan kepada :

1. Rp. 300.000,- untuk Regi terdiagnosa Tumor basal ganglia dekstra dari Jakarta
2. Rp.200.000,- untuk Lidia terdiagnosa Atresiabillier dari Kalimantan Tengah
3. Rp.200.000,- untuk Yumnah terdiagnosa Leukemia dari Lampung
4. Rp.200.000,- untuk Lulu terdiagnosa Leukemia dari Bekasi
5. Rp.200.000,- untuk Rafardhan terdiagnosa Tumor kandung kemih dari Bogor
6. Rp.200.000,- untuk Ahmad terdiagnosa Tumor palatum dari Serang
7. Rp.200.000,- untuk Arlen terdiagnosa Leukemia dari Lampung
8. Rp.200.000,- untuk Farah terdiagnosa Limfoma Hodgkin dari Bogor
9. Rp.250.000,- untuk Zidan terdiagnosa Leukemia dari Bekasi
10. Rp.500.000,- untuk Nandita terdiagnosa Leukemia dari Bandung
11. Rp.2.000.000,- untuk Adeeva terdiagnosa Thalasemia dari Depok. Donasi dari kampanye #UltahAnaUntukAdeeva
12. Rp.500.000,- untuk Aditya terdiagnosa Leukemia dari Jakarta. Donasi dari kampanye #PagiPagiPastiHappy
13. Rp.400.000,- untuk Siti Hanifah terdiagnosa Leukimia dari Cilegon. Donasi dari kampanye #UltahAbelUntukSiti

Terima kasih kepada donatur Ibu Angel dan juga donatur yang telah membantu melalui kampanye yang berjalan online untuk para paejuang cilik di Komunitas Taufan. Sukses selalu!

----------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
----------------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Sahabat Taufan, 

Kegiatan #SupportVisit pada Minggu 17 September, yaitu mengunjungi pasien dampingan yang sedang rawat inap di rumah sakit.

Siang itu di bangsal rumah sakit terasa lebih sepi dari biasanya, beberapa tempat tidur terlihat rapi karena ditinggal oleh penghuninya dan akan berganti dengan penghuni baru keesokan harinya. 
Terlihat juga dokter dan perawat fokus di beberapa kamar pasien, untuk memastikan kondisi pasien ditangani dengan tepat.

Sebagian orangtua memilih keluar untuk sekadar membeli air minum dan makanan, sebagian memilih ngobrol dengan orangtua pasien lainnya di selasar bangsal untuk berbagi cerita mulai dari anak - anak yang lainnya harus ditinggal di rumah, pekerjaan yang terpaksa ditinggalkan atau berhenti paksa karena tak ada pilihan sementara sang buah hati tak kunjung diperbolehkan pulang karena kondisinya belum stabil, seorang ayah yang berasal dari daerah timur Indonesia berfikir keras bagaimana caranya memenuhi kebutuhan anggota keluarganya untuk bertahan hidup di Jakarta. 

Pada saat memasuki kamar rawat terlihat seorang pejuang cantik yang tengah asyik menonton film kartun melalui telepon genggam orangtuanya. Matanya sesekali melirik sedangkan tangan mungilnya tak henti menggaruk anggota tubuhnya yang terasa gatal. Tubuhnya tak lagi bebas bergerak karena kanker telah memenuhi bagian perutnya hingga membengkak. Dengan cara seperti itu, gadis cantik ini menghabiskan sebagian waktunya sampai tertidur.

Beberapa orangtua lain, mengisi waktunya dengan membacakan buku cerita, mengangkat sebuah kisah untuk memenuhi benak buah hati tercinta untuk menjelajah jauh dari kesibukan rumah sakit dan pengobatan.

Pada hari itu juga menyampaikan amanah kepada orangtua pasien yang diberikan secara bertahap untuk sedikit meringankan beban keluarganya. Donasi disalurkan kepada :

1. Rp. 300.000,- untuk  Regi terdiagnosa Tumor basal ganglia dekstra dari Jakarta 
2. Rp.200.000,- untuk Lidia terdiagnosa Atresiabillier dari Kalimantan Tengah
3.  Rp.200.000,- untuk Yumnah terdiagnosa Leukemia dari Lampung
4. Rp.200.000,- untuk Lulu terdiagnosa Leukemia dari Bekasi
5.  Rp.200.000,- untuk Rafardhan terdiagnosa Tumor kandung kemih dari Bogor
6.  Rp.200.000,- untuk Ahmad terdiagnosa Tumor palatum dari Serang 
7. Rp.200.000,- untuk Arlen terdiagnosa Leukemia dari Lampung 
8. Rp.200.000,- untuk Farah terdiagnosa Limfoma Hodgkin dari Bogor 
9. Rp.250.000,- untuk  Zidan terdiagnosa Leukemia dari Bekasi 
10. Rp.500.000,- untuk Nandita terdiagnosa Leukemia dari Bandung
11. Rp.2.000.000,- untuk Adeeva terdiagnosa Thalasemia dari Depok. Donasi dari kampanye #UltahAnaUntukAdeeva
12. Rp.500.000,- untuk Aditya terdiagnosa Leukemia dari Jakarta. Donasi dari kampanye #PagiPagiPastiHappy
13. Rp.400.000,- untuk Siti Hanifah terdiagnosa Leukimia dari Cilegon. Donasi dari kampanye #UltahAbelUntukSiti 

Terima kasih kepada donatur  Ibu Angel dan juga donatur yang telah membantu melalui kampanye yang berjalan online untuk para paejuang cilik di Komunitas Taufan. Sukses selalu!

----------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
----------------------------------------------------------------

Beri komentar di Facebook (comment on Facebook)

Semoga komunitas taufan selalu diberi kesehatan .banyak rezeki.dan allah lah yg akan membalas semuanya atas ke baiknya. Amiin.

Monday, 18 September, 2017

Komunitas Taufan

Sahabat Taufan,

Pada Jumat 15 September, relawan melakukan kegiatan #FunTrip ke Gelanggang Samudera Ancol bersama 20 pasien dampingan beserta orangtuanya.

Di antara padatnya jadwal pengobatan yang ada, pasien dampingan Komunitas Taufan juga membutuhkan hiburan. Bahagianya hati dan cerianya diri dapat memicu hormon baik yang dapat membuat mereka terus bersemangat.

Dalam kegiatan kemarin, kami mengajak pasien dampingan dan juga orangtua yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Lampung, dan lain-lain yang telah menginjak hitungan tahun berada di Jakarta untuk menemani sang anak menjalani berbagai pengobatan.

Para pasien begitu antusias untuk mengikuti berbagai pertunjukan yang ada di Gelanggang Samudera Ancol. Alhamdulillah mereka terlihat begitu menikmati dan juga senang sepanjang kegiatan kemarin, terlebih saat melihat lumba-lumba dengan atraksi yang diberikannya.

Tidak hanya untuk pejuang cilik, #FunTrip kemarin juga sebagai hiburan bagi orangtua pasien. Berkumpul bersama, menikmati berbagai pertunjukan, dan juga akhirnya saling bertukar cerita dapat membuat hati menjadi lebih tenang dan akan berdampak pula pada semangat mereka dalam mendampingi sang buah hati dalam berjuang.

Acara kemarin ditutup dengan makan siang bersama di pinggir pantai Ancol, pembagian bingkisan dan juga santunan kepada pasien dampingan.

Terima kasih untuk kak Resida yang telah mewujudkan #FunTrip yang seru kemarin! Semoga para pejuang cilik akan terus ceria dan semangat dalam melewati setiap perjuangan yang harus mereka lalui.

----------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
----------------------------------------------------------------
... Selengkapnya (see more)Ringkaskan (see less)

Sahabat Taufan, 

Pada Jumat 15 September, relawan melakukan kegiatan #FunTrip ke Gelanggang Samudera Ancol bersama 20 pasien dampingan beserta orangtuanya.

Di antara padatnya jadwal pengobatan yang ada, pasien dampingan Komunitas Taufan juga membutuhkan hiburan. Bahagianya hati dan cerianya diri dapat memicu hormon baik yang dapat membuat mereka terus bersemangat. 

Dalam kegiatan kemarin, kami mengajak pasien dampingan dan juga orangtua yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Lampung, dan lain-lain yang telah menginjak hitungan tahun berada di Jakarta untuk menemani sang anak menjalani berbagai pengobatan. 

Para pasien begitu antusias untuk mengikuti berbagai pertunjukan yang ada di Gelanggang Samudera Ancol. Alhamdulillah mereka terlihat begitu menikmati dan juga senang sepanjang kegiatan kemarin, terlebih saat melihat lumba-lumba dengan atraksi yang diberikannya. 

Tidak hanya untuk pejuang cilik, #FunTrip kemarin juga sebagai hiburan bagi orangtua pasien. Berkumpul bersama, menikmati berbagai pertunjukan, dan juga akhirnya saling bertukar cerita dapat membuat hati menjadi lebih tenang dan akan berdampak pula pada semangat mereka dalam mendampingi sang buah hati dalam berjuang. 

Acara kemarin ditutup dengan makan siang bersama di pinggir pantai Ancol, pembagian bingkisan dan juga santunan kepada pasien dampingan. 

Terima kasih untuk kak Resida yang telah mewujudkan #FunTrip yang seru kemarin! Semoga para pejuang cilik akan terus ceria dan semangat dalam melewati setiap perjuangan yang harus mereka lalui. 

----------------------------------------------------------------
www.KomunitasTaufan.org
----------------------------------------------------------------
Load more

Our Story

“Aside from providing personal moral support, Komunitas Taufan also helps patient’s families with additional expenses needed when caring for their children in the hospital, such as transportation costs, milk, diapers, etc. These are not covered by BPJS (government insurance scheme) and from my personal experience, often are needed most and must be made available.”

Source: Komunitas Taufan: A Pillar of Support to Sick Children (Jakarta Globe, January 2014)

“Patients need to be entertained an their parents need a shoulder to lean on… When the child has undergone years of treatment, we call them Professor. If only for a few monhs, we call them Chief (of the district)… During the day, we often joked around and laughed, but in the evening, you hear the parent cries…”

Source: Not Wanting Those Children to Suffer the Fate of Her Child (Jawa Pos, October 2014)

“New patients usually receive a lot of support from relatives and friends in the beginning. But after a month or two, the amount of support dwindles. That was also what I experienced… The parents must be strong so their child can also be strong.”

Source: Solidarity to Lighten the Burden (Kompas, March 2015)

What People Say